Tagged: pasuruan

0

AREA PARKIR

Area parkir utama, cukup luas, bisa menampung 40-50 mobil/kendaraan.  selain itu juga terdapat area parkir di halama belakang.

0

Kenapa Harus RUMAH MAKAN TENGGER?

Dengan banyak berdirinya rumah makan di Pasuruan dan sekitarnya, ini membuat Rumah Makan Tengger untuk selalu tetap menjaga kualitas dan service kepada pelanggan/customer. Hal ini dapat dibuktikan dengan tetap eksisnya rumah makan kami sampai...

0

PEMILIK RUMAH MAKAN TENGGER – IBU HERIJAWATI A. RAHMAN

Berdirinya Rumah Makan Tengger tentu salah satunya karena tekad dan usaha keras dari Ibu Herijawati A. Rahman.  Sebelum berdirinya rumah makan, Beliau menimba imu memasak di luar negeri. Sejarah panjang berdirinya rumah makan diawali...

0

Penulis Novel AYAT-AYAT CINTA – HABIIBURRAHMAN EL SHIRAZY

Ayat-Ayat Cinta adalah novel berbahasa Indonesia karangan Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004 melalui penerbit Basmala dan Republika. Novel ini berisikan 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi terlaris di Indonesia yang dicetak sampai dengan 160 ribu eksemplar...

0

KRISDAYANTI

Siapa yang tidak kenal dengan KRISDAYANTI, yang akrab dipanggil dengan “Mbak KD” ini,  cukup ramah dan menyempatkan mampir serta mencicipi masakan khas dari rumah makan kami

0

SLANK

Slank merupakan salah satu group musik Indonesia yang terkenal dan berpengaruh sampai dengan saat ini. Mempir di rumah makan kami, beserta crew dan mencicipi masakah khas Rumah Makan Tengger 

0

TITIEK PUSPA

Titiek Puspa, akrab dipanggil dengan nama Mbak Titiek Puspa, salah satu penyanyi senior Indonesia.  Menyempatkan untuk bisa mencicipi masakan khas rumah makan kami.   Cukup banyak artis-artis Ibukota selain Mbak Titiek Puspa, Slank, KD dan...

0

Ibu LILY CHODIDJAH WAHID

Ibu Lily Chodidjah Wahid atau biasa dipanggil Ibu Lily Wahid adalah adik dari Gus Dur.  Saat berkunjung ke rumah makan.  Beliau juga cukup dekat dengan Owner Rumah Makan Tengger.

0

ALAM

Alam adalah penyanyi dangdut dan sempat hits dengan lagunya “Mbah Dukun”